aku hidup dari belas kasihan orang
aku siapa , kamu siapa, dia siapa
julurkan saja belas kasihanmu, karena aku lapar
aku tak butuh simpatikmu, aku hanya butuh sesuap nasi untuk perutku
aku binatang jalan, terseok-seok di pinggir jalan sambil memelas kepada kalian
jangan berpaling wajah, hai orang-orang, tanganku sudah lama terjulur kepadamu;
ulurkan saja sedikit belas kasihanmu
padahal hartamu berlimpah, sedikit saja takkan mengurangi kekayaanmu
jangan menghinaku, mungkin saja suatu hari kamu bernasib sama
This post was submitted by penyair_kesepian.
0 komentar:
Post a Comment